Guia de Símbolos - Forex (Format Ampères) O mercado cambial, ou Forex, existe sempre que uma moeda é negociada por outra. É de longe o maior mercado do mundo, em termos de valor de caixa negociado, e inclui a negociação entre grandes bancos, bancos centrais, especuladores de divisas, corporações multinacionais, governos e outros mercados e instituições financeiras. Abaixo estão as informações sobre a formatação de símbolos, os contribuintes Forex e os códigos de taxa de adiantamento de amp local. Para obter uma lista dos códigos de moeda para construir os símbolos de taxa cruzada forex, visite Guia de símbolos - FOREX (códigos de moeda). Clique aqui para obter uma atualização sobre a resolução do 5º dígito na libra britânica (GBP). Forex Symbol Formatting O formato para símbolos forex varia dependendo se o dólar está envolvido no par de moedas ou não. Todos os contribuidores forex estão incluídos nestes símbolos compostos. Consulte a seção abaixo para cada formato. Dólar Americano por Moeda Este formato é usado ao cruzar o Dólar Americano com outra moeda. Por favor, note que, na maioria dos casos, a cotação é o valor de US Dollars por 1 da moeda especificada, mas, em alguns casos, a cotação é reversa, ou seja, a quantidade de moeda por Dólar (ex. Ienes, Franco suiço). Clique aqui para obter uma lista de Códigos de Moeda. Os itens marcados com a são apresentados como US por moeda, em vez de moeda por EUA. Código da moeda. Código SpotForward, código de câmbio Exemplo: EUR A0 - FX, JPY A0 - FX Moeda por moeda Este formato é utilizado quando se cruza uma moeda com outra moeda. 1º Código de Moeda, 2º Código de Moeda, lt spacegt, Código SpotForward, Código de Câmbio Exemplo: EUR JPY A0 - FX, GBP EUR A0 - FX Símbolos Úteis de Contribuintes Forex Liberados com o eSignal 8.0, os contribuidores individuais podem ser separados (Ganho, FXCM, etc. ) E comparado com os símbolos compostos. Os códigos de colaborador utilizados nestes símbolos podem ser encontrados utilizando a tabela perto do final deste artigo. Por favor, note que, como o mercado Forex é composto por uma variedade de bancos, instituições e corporações, são eles que decidem quais as taxas cruzadas de moeda que desejam reportar e durante o que horas. Enquanto o Forex é um mercado de 24 horas, 6 dias por semana, muitos contribuintes não participam da citação de todas as moedas, nem alguns continuam citando continuamente durante um período de 24 horas. Dados de História Para a maioria dos símbolos compostos, fornecemos 10 anos de dados diários. Com os símbolos de colaborador único, os dados foram coletados desde maio de 2006. Em termos de dados intraday, fornecemos 10 dias de dados de tiques e até 3 meses, 120 dias, de dados de intervalo de minutos (como a maioria dos outros instrumentos que o eSignal suporta) Forex Spot Amp. Códigos de taxa de adiantamentoDiskusi Golden Traders Indonesia Kabur - isu ou kenyataan silahkan dibahas bersama Citação: Original Postado por khaory Yang mw masuk ke GRUB chat bbm pm sis kheyren ya pinnya. Tapi maap mungkin akan kami sortir dolo sebelom aceitar. Soalnya ngapain ke grub chat klo setan2 rese ngintilin. Então sabar ya mungkin aceptarnya akan rada lama. Sementara yg bru di sortir agan mirandajfk. Jadi tolong agan mirandajfk pm pino ente ke gn kheyrens Citação: Original Postado por pasukanbata1 Gw uda bikin grup dikaskus. Nb: sampah dilarang masuk. Bbrp kaskuser bilang sudah mndapatkan CB Citação: Original Postado por ChillyFlame sumber dari temen ane yg ikutan, katanya baru masuk CB nya Seja unido como uma família, a todos os kaskuser 63 Citação: Original Postado por thiando selamat malam semuanya sesuai judul trit, untuk saat ini Tdk ada update info yg bisa sy bantu share, kecuali menunggu 2-3 hari sesuai surat pemberitahuan yg di ttd oleh direktur baru GTIS pak Aziddin. Semoga kamis atau paling lambat jumat sudah ada kabar. Kalo TS yg punya trit ini berkenan, nanti sy bantu compartilha hasilnya bagaimana. Nota. Terlepas dari pro kontra didalam trit ini, disini sy hanya bantu compartilhe informasi utk pihak2 yg sedang membutuhkan. Atualizar. Terakhir dpt info ktnya akan tetap berjalan GTI Smoga benar. Maaf gmbar jelek. Dikirimin tman Jumat, 01 Maret 2017 07:52 WIB JAKARTA. Manajemen PT Golden Traders Indonésia Syariah (GTIS) akhirnya angkat bicara. Kabar simpang siur mengenai dana nasabah serta keberadaan direktur utama sekaligus pendiri GTIS Dato Taufiq Michael Ong dijelaskan oleh Dewan Penasehat dan Pengawas GTIS, Aziddin. Menurut Aziddin yang juga mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrat, para pengurus GTIS telah melakukan rapat di Jakarta, Rabu (272). Hasilnya, Michael Ong dinonaktifkan sebagai Direktur Utama GTIS, dan David sebagai Direktur GTIS por 27 de fevereiro de 2017.quot Karena keduanya dianggap tak bisa memenuhi tugas dengan baik, quot ujar dia. Namun dalam rapat itu, Dato Zahari Sulaiman sebagai Komisaris GTIS tidak hadir. Aziddin bilang, Dato Zahari telah membroi kuasa kepada Majelis Ulama Indonésia (MUI) sebagai dewan syariah untuk mengadakan rapat bersama bersama nasabah pada 4 Maret 2017 nanti. Dalam rapat itu akan dipilih pengganti Michael Ong e David. Ke depan, GTIS akan dioperasikan seperti perusahaan terbuka. Para nasabah akan menjadi investor dan memegang saham perusahaan. Ia juga menampik kabar Michael Ong membawa lari dana nasabah. Setelah rapat 4 Maret 2017, Aziddin yakin, keadaan bisa kembali normal. Ia menggaransi bônus yang sempat mampet sejak 25 fevereiro akan kembali mengalir setelah rapat 4 Maret 2017. quotDana nasabah miliaran rupiah, tidak sebesar yang dikabarkan, quot ujar Aziddin kepada KONTAN, kemarin. Masih menurut dia, sejak awal tahun ini Michael Ong berada di India. Di sana, Michael Ong mendirikan perusahaan investasi emas sejenis, namun tanpa label syariah. Tetap beroperasi Sejauh pantauan KONTAN, kantor pusat GTIS yang berlokasi di Mega Kemayoran Tower, Jacarta, masih tetap buka. Sejumlah cabang GTIS di Jakarta chateado masih tetap beroperasi, walau tampak minim aktivitas. Darius, karyawan yang bekerja di kantor pusat GTIS yang KONTAN temui mengatakan, Michael Ong tidak hadir lagi dalam rapat yang digelar di GTIS, Rabu malam lalu. Kantor cabang GTIS di Kompleks Puri Niaga III, Jakarta trocadilho beroperasi. Kantor cabang ini hanya melayani pengambilan invoice yang telah jatuh tempo. Pada dinding kantor ini terdapat deretan foto Michael Ong bersama Ketua MUI, Maruf Amin dan Ketua DPR, Marzuki Alie. Pada keterangan foto disebut Maruf Amin sebagai Dewan Pengurus Syariah GTIS. Sementara foto Michael Ong bersama Marzuki Alie diambil dalam acara Gerakan Dakwah Islamiyah Musantara (GDIN). QuotJangan mudah tergiur tawaran fixed income, quot ujar Ibrahim, analis Harvest International Futures. Apakah pernyataan pengurus GTIS ini akan menjadi kenyataan Kita tunggu saja awal Maret ini. Citação: Original Publicado por boewatch TEMPO. CO, Yogyakarta - Majelis Ulama Indonésia (MUI) akan mengambil alih saham PT Golden Traders Indonésia (GTI) Syariah yang sebagian besar milik warga negara Malásia. Quot Agar tidak menimbulkan persoalan bagi nasabah, quot kata konsultan PT GTI Syariah Yogyakarta, BRAY Joyokusumo, kepada Tempo, Kamis, 28 de fevereiro de 2017. Menurut dia, para pemegang saham perusahaan itu telah membahasnya. Saham GTI Syariah dimiliki oleh perorangan dan lembaga. MUI memiliki saham sebesar 10 persen, Ketua DPR Marzuki Alie 10 persen, sisanya dikuasai dua warga Malásia. Salah satunya Ong Han Cun. Ong diduga melarikan emas dan uang nasabah sebesar Rp 10 triliun. Namun, Joyokusumo membantah Ong kabur ke luar Indonésia. QuotIni hanya persoalan interno dan ada pembenahan sistem pendataan nasabah GTI Syariah. quot Joyokusumo mengatakan MUI sebagai Dewan Penasehat PT GTI Syariah juga telah mengeluarkan pengumuman perusahaan itu tetap menjalankan mekanisme perusahaan. Surat tertanggal 28 de fevereiro de 2017 itu berisi seruan agar seluruh staf, karyawan, dan agen PT GTI Syariah tetap bekerja seperti biasanya dengan alasan perusahaan itu dalam pengawasan MUI. Surat ditandatangani por Dewan Penasehat dan Pengawas PT GTI Syariah, KH. Aziddin. GTI Syariah memiliki lebih dari 100 nasabah. GTI Syariah menjual emas batangan produk PT Aneka Tambang dengan harga 20 persen lebih mahal ketimbang harga emas di pasaran. Nasabah setiap bulan mendapatkan bônus sebesar 1,5-2 persen dari harga pembelian emas. Citação: Original Enviado por boewatch tempo. coreadnews20170301087464425Kerabat-Keraton-Yogyakarta-Konsultan-GTI-Syariah Kerabat Keraton Yogyakarta Konsultan GTI Syariah Besar Kecil Normal TEMPO. CO, Jacarta - Isteri GBPH Joyokusumo, BRAY Joyokusumo menjadi konsultan PT Golden Traders Indonésia (GTI) Syariah Di Yogyakarta. Perusahaan itu dikabarkan bermasalah karena pemilik saham asal Malásia, Ong Han Cun diduga melarikan emas dan uang nasabah senilai Rp10 triliun. Isteri adik kandung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ini menyebutkan kondisi perusahaan saat ini tidak pailit. Hanya saja, muncul persoalan interna yang mendera salah satu pemilik saham asal Malásia, Ong Han Cun atau Datuk Michael. Namun, Bray Joyokusumo tidak menjelaskan persoalan interno yang dimaksud. Posisi Datuk Michael memang tidak di Indonesia. Tidak benar kalau uang nasabah dilarikan. Ini hanya persoalan interno Datuk Michael, kata dia ditemui Tempo de Gadri Resto Yogyakarta, Kamis, 28 de fevereiro de 2017. Menurut dia, PT GTI Syariah saat ini sedang membenahi sistem pendataan nasabah. Bônus de Pemberian kepada nasabah yang membeli emas di PT GTI Syariah setiap bulan juga tetap berjalan sesuai kontrak atau perjanjian. Ia menjelaskan GTI syariah merupakan bisnis konvensional. GTI menjual emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) dengan harga 20 persen lebih mahal ketimbang harga emas di pasaran. . Nasabah membeli juga kecil karena emas dipegang nasabah, katanya. (Lanjut di link saja krn tdk muat) Marzuki Alie Berkukuh Tak Terlibat GTI Syariah Besar Kecil Normal TEMPO. CO, Jacarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie kembali memastikan dia tak terlibat dalam PT Golden Traders Indonésia Syariah (GTIS), perusahaan investasi emas, Yang dituding melarikan dana nasabahnya senilai triliunan rupiah. QuotSaya tak ada hubungan bisnis, tak ada ikut-ikutan, quot kata Marzuki di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2017. Dia memastikan hanya beberapa kali bertemu dengan manajemen GTIS. Pertemuan itu pun tak ada kaitannya dengan keikutsertaan dia, namun murni sebagai ajang silaturahmi. Sebelumnya, saham GTI Syariah disebut-sebut dimiliki oleh perorangan dan lembaga. Majelis Ulama Indonesia memiliki saham sebesar 10 persen. Sedangkan Marzuki 10 persen. Sisanya dikuasai dua warga Malaysia. Salah satunya Ong Han Cun. Marzuki membantah tegas informasi ini. Kalau ada saya punya saham, tunjukkan, akan saya ganti sejuta kali, saya bagikan untuk wartwan, quot katanya. Marzuki merasa aneh ketika namanya diseret-seret. Apalagi perusahaan itu tengah menuai polemik lantaran salah satu pemegang sahamnya diduga melarikan emas dan uang nasabah sebesar Rp 10 triliun. Karena banyak pertanyaan makanya mencari tahu juga informasinya, quot ucapnya. Selain memastikan penyebutan namanya, Marzuki mengaku mendapat informasi dari MUI tentang langkah penyelamatan oleh lembaga yang berperan sebagai dewan penasihat PT GTIS. Marzuki mendukung langkah MUI untuk tetap melanjutkan usaha. GTI Syariah memiliki lebih dari 100 nasabah di sejumlah daerah, seperti Jacarta, Bandung, dan Surabaya. GTI Syariah menjual emas batangan produk PT Aneka Tambang dengan harga 20 persen lebih mahal ketimbang harga emas di pasaran. Nasabah setiap bulan mendapat bônus 1,5-2 persen dari harga pembelian emas. IRA GUSLINA SUFA Citação: Original Postado por limwilliam Atualização: Situsnya GTIS sudah bisa dibuka kembali begitu juga facebooknya Atualizar di post ke 3 Saya bukan agente GTI e gada hub nya ama GTI. Cuma prihatin atas kasus ini. 25-02-2017 20:18 25-02-2017 20:18 Citação: Original Postado por requirey Bukti gimana boss. Gtis klo smp ada apa2 pasti akan menyebabkan bisnis sejenis kolapse. Takutnya Kolapse mungkin tidak, apabila memang perusahaan tsb sehat dan benar pengolahannya tapi sorotan dr publik dan lembaga pemerintahan pasti akan makin kuat. Sehingga perusahaan sejenis yg tdk jelas akan terganggu. Apabila konsumen mereka takut krn tanpa adanya jaminan, maka apabila mereka secara serpak menarik dananya maka akan berdampak kurang baik bagi fluxo de caixa perusahaan sejenis yg tdak kuat. Jika mungkin ada info yg lebih pasti boleh dishare disini Menyalahi Syariah, Sertifikat TGIS Otomatis Dicabut Jumat, 01 Maret 2017 19:40 Sekjen MUI: Saham 10 Persen Diberikan Secara Sukarela Wakil Ketua Komisi Fatwa Maejelis Ulama Indonésia (MUI) Dr. H. Maulana Hasanuddin , M. Ag menegaskan, sertifikat pergadangan syariah yang dijalankan Global Traders Indonésia Syariah (GTIS) otomatis tercabut, begitu yang bersangkutan melakukan pelanggaran hukum syariah yang merugikan orang lain. Kalausul pencabutan otomatis itu sudah tercantum dalam semua teks sertifikat MUI, katanya kepada MUIonline, di Jakarta, Jumat (13) menanggapi persoalan yang menimpa TGIS. Seperti diberitakan, Kepala Bidang Humas Polrestabes Jawa Timur Kombes Hilman Thoyib membernarkan bahwa setidaknya ada tiga nasabah Raihan Jewellary, yang merupakan bagian dari pelaksanaan bisnis syariah TGIS, melaporkan penipuan yang dilakukan pihak menejemen. Menurut pelapor, pihaknya sejak Desember 2017 sudah tidak lagi menerima pembagian keuntungan sebagaimana yang dijanjikan perusahaan. Bahkan, seperti diberitakan Harian Kompas, pimpinan GTIS Taufik Michel Ong, yang warganegara asli Malásia, ditengarai telah melarikan diri bersama dana sebesar sepuluh triliun rupiah. Ketua DPR RI dari Partai Demokrat Marzuki Ali membantah keras namanya disebut-sebut sebagai salah seorang yang tercantum dalam pimpinan GTIS itu. Namun Marzuki mengaku, Taufik Michel Ong pernah datang bersama KH. Azidin dari MUI sekedar berbincang dan berfoto bersama. Sementara itu, dari Milão, Italia, Sekjen MUI Drs. H. Ichwan Sam mengaku bahwa pihak MUI diberikan saham kosong sepuluh persen oleh perusahaan GTIS. Saham kosong itu tidak ada wujudnya dan merupakan bom será dari perusahaan terkait dengan pengawasan syariah MUI. Saham itu juga tidak terkait sama sekali dengan kesewenang-wenangan dan kenakalan yang dilakukan pimpinan GTIS. Saham itu diberikan dengan sukarela oleh perusahaan. Membro de Kalau Ternyata nantinya dalam perkembangan berikutnya praktik GTIS itu nakal dan tidak lagi memenuhi ketentuan syariah sebagaimana ditetapkan MUI, você é um sertifikat itu pasti otomatis dicabut. Jadi, saham yang diberikan kepada MUI itu tidak ada kaitan dengan semacam sogok agar sebuah perusahaan boleh melakukan apa saja. MUI tetap tidak akan mentolerir siapapun melakukan transaksi-transaksi yang di luar ketentuan syariah, walaupun bayar berapapun, tegasnya. Di bagian lain dikemukakan Maulana Hasanuddin, yang juga Wakil Sekretaris Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional (BPH DSN) MUI, pihaknya sudah membicarakan soal perkembangan terakhir GTIS dalam rapat interno DSN pada Rabu (272) lalu. Pembicaraan final akan dilanjutkan pada pekan depan menunggu para petinggi MUI kembali ke Tanah Air. Saat ini, sebagian pengurus teras MUI ada yang melaksanakan umroh dan sebagian lagi ada yang melaksanakan tugas kunjungan kerja ke Itali e Rússia. Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, menurut Maulana, memberikan sertifikat bisnis syariah kepada GTIS karena sudah memenuhi kriteria-kriteria syariah sesuai ketentuan MUI. Seperti diketahui, sesuai fatwa MUI, semua operasional bisnis syriaiah harus mendapatkan sertifikat syariah MUI. Dan selama pelaksanaan aktifitasnya, perusahaan itu tentunya harus tunduk dan terikat dengan ketentuan MUI sebagaimana tercantum dalam sertifikat syariah MUI. Ketentuan itu misalnya, dalam melaksanakan operasionalnya, perusahaan tersebut harus tidak ada inseguro tipuan, bukan transaksi spekulasi yang berpotensi merugikan sala satu pihak dan lain sebagainya. Bahwa di temh perlaksanaannya perusahaan itu menyimpang dari ketentuan syariah, ya MUI berhak untuk mencabut sertifikat yang sudah diberikan. Jangankan menipu orang lain, tidak menipu trocadilho, kalau dalam pelaksanaannya dinilai menyimpang dari aturan syariah, ya pasti sertifikat itu dicabut, ujar Maulana sambil menambahkan bahwa pihaknya akan terus mempelajari lebih lanjut sejauh mana kasus TGIS itu. (Qr) Citação: Original Postado por Username78 Nuraida Bantah Emas Nasabah GTI Syariah Dibawa Kabur Yogyakarta (CiriCara) BRAY. Nuraida Joyokusumo, Konsultan PT Golden Traders Indonésia (GTI) Syariah membantah kabar uang nasabahnya dibawa kabur pemilik saham, Ong Han Cun (Taufiq Michael Ong). Menurutnya, GTI Syariah hanya sedang mengalami masalah interna. Tidak benar kalau uang nasabah dilarikan. Ini hanya persoalan interno Datuk Michael, ujar Nuraida yang juga merupakan isteri GBPH Joyokusumo, adik kandung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, seperti dikutip da Tempo. co, Jumat (132017). Ong Han Cun (Datuk Michael), yang diduga membawa kabur emas dan uang Rp 10 triliun milik nasabah diketahui telah meninggalkan Indonésia. Pasalnya, Datuk Michael merupakan warga negara Malásia. Posisi Datuk Michael memang tidak di Indonesia, tuturnya, di Gardi Resto Yogyakarta, Kamis (2822017) kemarin. Menurut dia, saat ini PT GTI Syariah sedang melakukan pembenahan sistem pendapatan nasabah. Dia menjelaskan bahwa pemberian bônus kepada nasabah yang telah membeli emas di PT GTI Syariah tetap berjalan sesuai dengan kontrak yang dipilih nasabah. Lebih lanjut Nuraida menjelaskan rincian sistem kerja PT GTI Syariah. GTI menjual emas batangan dari PT Aneka Tambang (Antam) dengan harga lebih mahal 20 persen diari harga emas di pasar. Tujuannya adalah agar harga emas yang dibeli nasabah tetap stabil. Nasabah bisa membeli emas batangan 100 gramas dinâmicas Rp 71.800.000. Nantinya, nasabah akan mendapatkan bonus sebesar 1,5 2 persen dari harga pembelian emas. Bônus diberikan selama 3-6 bulan, sesuai dengan kontrak yang sudah dipilih masing-masing nasabah. Nasabah mempunyai hak untuk menjual emas yang dibelinya ke toko emas lainnya atau juga ke PT GTI Syariah. Harga emas yang dijual ke GTI Syariah akan sama dengan harga pembelian awal, dengan syarat harus menunjukkan bukti pembelian emas dan sertifikat yang dikeluarkan PT Antam. Menurut Nuraida, investasi emas itu memiliki resiko kerugian yang sedikit. Pasalnya, harga emas selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. (YG) MUI Akui Terima Keuntungan Golden Traders Besar Kecil Normal TEMPO. CO, Jacarta - Ketua Bidang Perekonomian Majelis Ulama Indonésia (MUI), KH Amidhan. Mengakui MUI menerima keuntungan saham sebesar 10 persen dari PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS). Keuntungan tersebut diterima Yayasan Dana Dakwah Pembangunan milik MUI. Menurut Amidhan, keuntungan tersebut diterima karena pengurus MUI duduk sebagai dewan penasihat di GTIS. MUI hanya menjadi dewan pengawas syariah di GTIS, ujarnya kemarin. Dewan pengawas dari MUI, kata dia, adalah Sekretaris Jenderal Ichwan Sam dan Ketua Bidang Fatwa KH Maruf Amin. Amidhan menuturkan, emas yang dikelola GTIS hanya 1,2 tonelada atau bernilai sekitar Rp 600 miliar. Dengan demikian, kabar bahwa dana nasabah Rp 10 triliun raib tidak benar. Nilai emas ratusan miliar rupiah, kata dia, masih aman karena sudah diblokir oleh Banco BCA dan Banco Mandiri. Menurut Amidhan, Presiden Direktur GTIS Michael Ong Dan Direktur Edward sejak pekan lalu menghilang e Jakarta. Manajemen langsung mengamankan rekening perusahaan dan rekening pribadi dua direktur asal Malaysia itu. Namun dia mengakui kedua direktur itu telah membobol Rp 4 miliar dari rekening pribadi dan Rp 10 miliar dari rekening perusahan untuk dibagikan ke sembilan orang. Menurut Amidhan, nama penerima dana masih dalam penyelidikan. Deputi Komisioner Edukasi de Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Sri Wahyuni Widodo mengatakan pihaknya tak bisa mencabut izin GTIS. Upaya yang bisa dilakukan adalah memberikan rekomendasi pencabutan izin usaha. Kepada lembaga yang mengeluarkan izinnya, ujarnya kemarin. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas Syahrul R. Sempunajaya menyatakan polisi berwenang melakukan penyelidikan. Karena ini ranah pidana, ujarnya. Nasabah GTIS de Mal Taman Anggrek, Jacarta, Hendry, menyatakan menunggu hasil rapat umum pemegang saham Senin depan untuk penyelesaian uang miliknya. Ia mengaku berinvestasi Rp 1 miliar di GTIS. ALI NY SUNDARI GUSTIDHA ANANDA PUTRI ADITYA DIANANTA SHINTA MAHARANI ERICK P 26-02-2017 02:05 26-02-2017 02:05 Citação: Original Postado por xstrata Itu yg kabur itu proprietário atau direktur gan Yg pasti kemarin BH masi lancar Katanya proprietário Nya. Citação: Original Postado por darkshang Saya cuman ingin meringkas berita yang saya dapat dari pertama Hebohnya GTIS hingga sekarang, inilah infonya: 1. MUI mengakui terima keuntungan saham sebesar 10 dari GTIS, diterima por telefone Yayasan Dana Dakwah Pembangunan milik MUI. 2. MUI dewan pengawas syariah GTIS diwakili oleh sekjend. Ichwan Sam dan Kabid. Fatwa KH. Maaruf Amin. 3. Emas yang dikelola GTIS hanya 1,2 tonelada atau senilai Rp 600M. Dengan demikian, kabar bahwa dana nasabah Rp 10T hanya isu belaka. 4. Dana ratusan Milyar masih aman karena sudah diblokir BCA dan Mandiri. 5. Sandeat Michael Ong dan Edward menghilang, manajemen langsung amankan rek GTIS dan rek pribadi 2 direktur yang melarikan diri. 6. Diakui Michael Ong memang sempat membobol 4M dari rek pribadi dan 10M dari rek GTIS untuk dibagikan ke 9 orang. Dan menurut info yang saya dapet dari marketing GTIS saya akan diadakan rapat masalah ini dari tanggal 4-13 maret 2017. Untuk seluruh Non fisik ataupun fisik tidak boleh dicairkan sampai jatuh tempo karena bila semua orang mencairkan dana yang diinject por GTIS pasti akan kekurangan. Sekian info yang saya dapat semoga dapat bermanfaat. Minggu, 03 Maret 2017 11:14 WIB Golden Traders, MUI Angkat Bicara TEMPO. CO, Jacarta - Majelis Ulama Indonésia membantah berbisnis melalui PT Golden Traders Indonésia (GTI) Syariah. Menurut Ketua Bidang Perekonomian dan Produk Halal KH Amidhan, MUI Hanya Menjadi Dewan Pengawas Syariah PT Golden Traders. Pengawas dari MUI adalah Sekretaris Jenderal Ichwan Sam dan Ketua Bidang Fatwa KH Maruf Amin. QuotMUI tidak berbisnis, ulama-ulamanya saja tidak digaji, quot kata Amidhan. Namun MUI mempunyai Yayasan Dana Dakwah Pembangunan (YDPP) untuk mencari dana operasional MUI. Sebagai penasihat, PT Golden Traders Indonésia Syariah memberikan keuntungan saham sebesar 10 persen yang diterima por YDDP. Amidhan menuturkan, emas yang dikelola por PT GTIS hanya 1,2 tonelada atau sekitar Rp 600 miliar. Jadi, kata dia, isu Rp 10 triliun itu tidak benar. Angka ratusan miliar itu mayoritas masih aman karena sudah diblokir porno BCA dan Banco Mandiri atas permintaan manajemen dan MUI. (Baca: MUI Akui Terima Keuntungan Golden Traders) Amidhan juga membantah bahwa MUI akan mengakuisisi saham lainnya. Duit dari mana MUI bisa membeli saham quot kata Amidhan. Menurut dia, itu bukan MUI, melainkan empat investidor baru yang berniat membeli saham. Dia belum tahu apakah GTIS memilih salah satu atau berapa investidor. 26-02-2017 13:35 26-02-2017 13:35 Citação: Original Postado por KecoaSalto Rek gtis smntara sudah di freeze sejak pagi tadi. Equipe delegasi sudah mnuju malaysia u bermusyawarah. Smoga dpt tanggapan positif dari dato dan gtis bisa kembali normal. Krn klo mnurur sy apbl gtis bnr2 hancur imbas nya akan ke copycat jg. Krn saat ini klo bisa dprediksi gtis yg terbesar. Sampai saat ini suasana msh kondusif smp ada kabar dari equipe delegasi yg di utus ke malaysia. Itu kabar smntara sampai sore hari ini yg sy tau dari agente gtis Dan jg mdh2an KBRI disana bisa mmudahkan pertemuan equipe delegasi dgn dato. Krn kmaren sudah ada tanggapan positif mlalui tlp oleh dato. Tlg jgn pm dan tlp saya. Apbl ad kabar pasti akan sy atualização ... Trimz. Yap saya sudah lihat dokumennya nih. Tp memang masi diharapkan untuk bijak dlm penyebaran informasi sampai ad pernyataan yg resmi. 26-02-2017 19:21 26-02-2017 19:21 Recomendado para você Hot Threads Mais de Jual Beli Tone LG HBS 770 TF (Bisa MMC) Fone de ouvido Bluetooth RIPCURL RC021 PRETO PRETO TETONIS TS-87 PRETO BRANCO ORIGINAL
No comments:
Post a Comment